YESUS SESUDAH PENYALIBAN
Saya percaya kesaksian kitab suci, Tuhan memang bangkit, Dia memang sudah ada sebelum Abraham, DiaOknum Trinitas, menampakkan diri. Namun, berangkat dari kesaksian kitab suci itulah saya mengajukan pertanyaan kritis.
Teks:
"Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah." Kis. 1:3
Nah, pertanyaan kritisnya, apakah Dia yang bangkit itu masih memakai tubuh lamanya, atau "tubuh kebangkitan" (I Kor. 15)? Dia bisa menembus rumah terkunci (Yoh. 20:26) sekaligus bisa diraba Thomas (Yoh. 20:27). Dia menampakkan diri tanpa sekalipun pernah berlama-lama. Pokoknya, begitu tujuanNya meyakinkan para murid tentang peristiwa kebangkitan tercapai, Dia lenyap. Tubuh insani lamaNya-kah?
Dari tradisi Reformed (yang didalamnya termasuk GPIB) ada warisan konfessi-konfessi yang diterima oleh gereja-gereja Calvinis. Salah satunya pengakuan iman Westminster, yang sangat berpengaruh di gereja presbyterian. Berikut saya kutipkan konfessi Westminster, artikel ke empat, pasal delapan:
"On the third day He arose from the dead, with the same body in which He suffered, with which also he ascended into heaven, and there sits at the right hand of His Father, making intercession, and shall return, to judge men and angels, at the end of the world."
Jika tulang belulang Yesus masih ada di dalam kubur, salahkah mereka yang merumuskan konfessi di atas? Bukankah mereka dipimpin Roh Kudus? Apakah serta-merta konfessi ini "diamandemen" karena temuan James D. Tabor?
Hemat saya, setiap zaman punya "anak zamannya", dengan trendnya sendiri. Dan pandangan zaman sekarang tidak harus lebih benar dari zaman Bapak Reformator, zaman Augustinus, zaman para penulis PB. Mungkin trendnya sekarang orang gandrung pada Yesus Sejarah, siapa tahu nantinya orang akan menyukai "Yesus yang lain lagi".
Namun apapun kata dunia, "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya". Ibrani 13:8. Dan semua orang dapat mempunyai interpretasi masing-masing. Toh nantinya teori didukung teori, lalu dipatahkan dengan teori lain.
Salam,
A.M.T. Harrisakti